Sweet and Bitter
Halo,
semua. Lama tidak berjumpa. Lama juga tidak bercerita di sini. Terakhir aku
post tanggal 30 November 2019. Lama juga ternyata ya hehehe. Maafkan karena
saking seriusnya menyelesaikan tugas akhir, jadi tidak sempat untuk bercerita.
Tapi, sepertinya kali ini aku akan meluangkan waktu kembali untuk menulis lagi.
Oh iya, ngomong-ngomong, aku sudah resmi mendapat gelar Sarja Ilmu Komunikasi, yeaay!! Tepatnya pada enam November 2020 kemarin. Rasa lega, bahagia, terharu, campur aduk deh. Lega dan bahagia karena masa kritis (skripsi) ku sudah berakhir. Meski begitu, bukan berarti perjalanan hidupku berakhir sampai di sini. Masih harus berjuang lagi untuk mendapatkan suatu pekerjaan. Sudah mencoba beberapa kali melamar di berbagai perusahaan. Tapi, sepertinya Tuhan ingin aku lebih bersabar dan berusaha keras lagi. Mungkin memang bukan rezeki. Masih ada pintu yang belum terbuka, bukan?
Ya....
namanya juga hidup. Ada manis, ada juga yang pahit. Seperti yang akan aku tulis
di sini, setiap kehidupan pasti ada yang
rasanya pahit, namun ada juga yang rasanya manis. Dua rasa itu diciptakan agar
manusia dapat merasakan apa itu bahagia dan apa itu kesedihan. Coba bayangkan
jika kita hanya dapat merasakan bahagia tanpa merasakan kesedihan. Pasti hidup
kita hanya ada satu warna saja. Monoton. Bisa saja jika hanya ada rasa manis
dalam kehidupan ini, kita jadi lupa bersyukur atau menjadi diri yang sombong.
Itulah mengapa rasa pahit juga diciptakan dalam kehidupan agar perjalanan hidup
kita lebih berwarna.
Maka,
tulisan-tulisan ini aku buat untuk melampiaskan perasaanku yang rasanya manis
dan pahit. Syukur kalau ada yang baca dan merasakan hal yang sama, lalu merasa bahwa “oke ternyata aku
nggak sendiri”. Tidak, kamu tidak merasa sendiri, kok. Manusia pada dasarnya
akan terus berdampingan dengan masalah Ada sekitar 7 miliar lebih di dunia ini merasakan
hal yang sama. Semua orang memiliki masalah dan beban hidup masing-masing. Mereka
pun juga memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikannya. Begitu pun denganku,
dan kamu yang sedang membaca ini.
Oh
iya, nggak ada salahnya kok untuk bersedih, karena dengan begitu, kita bisa sedikit
merasa tenang. Nggak ada salahnya juga untuk tarik nafas sebentar, just take a deep breath. Keluarin semua
beban yang ada di hati. Curhat ke teman dekat, atau cerita apapun ke Tuhan, itu
salah satu cara terbaik sih. Aku pernah cerita apapun ke Tuhan. Tentu saja
dengan mengeluarkan air mata. Rasanya sangat lega sekali, meskipun tidak
direspon secara langsung, tetapi Tuhan bakal kasih kok jalan keluarnya lewat
hal-hal yang tidak terduga. So, buat kamu, tetap semangat menjalani hidup yang
keras ini, ya. Pasti akan ada manis setelah kepahitan.
Oh
iya, untuk menutup tulisan pertama ku di tahun 2021 ini, aku akan share lirik lagu dari Oasis yang
judulnya Stop Crying Your Heart Out. Lirik yang paling aku suka adalah “cause
all of the star are fading away, just try not to worry, you’ll see them
someday”. Maksud dari star
(bintang) di sini adalah kebahagiaan. Intinya adalah jangan khawatir ketika
kebahagiaan itu menghilang. Tenang aja. Kamu pasti akan melihat kebahagiaan itu
kembali suatu hari. So, be patient, guys.

Komentar
Posting Komentar