Malaikat Tak Bersayap



Untukmu disana

Hai…
Apa kabar kamu disana?
Sudah lama kita tak bertemu
Lebih tepatnya dua tahun lamanya

Teringat ketika kita duduk di kelas dua smp
Pertama kali aku melihatmu
Pertama kali aku satu kelas denganmu
Aku masih ingat ketika kita masih belum dekat
Aku pendiam dan kau pun lebih pendiam
Aku ingin mengajakmu berbicara
Namun entah mengapa kau hanya menjawab sekadarnya saja
Jujur, waktu itu aku mengira kau orang yang jutek

Namun seiring berjalannya waktu
Aku pun sadar
Kau orang yang baik, ramah dan murah senyum
Bahkan, kita menjadi akrab dan dekat

Ketika di kelas tiga smp, aku satu kelas lagi denganmu
Kita menjadi semkin dekat
Dan kau tahu apa yang kurasa?
Aku sangat senang bisa satu kelas lagi denganmu
Bisa satu kelas dengan perempuan baik, pintar, sopan dan santun sepertimu
Idaman para lelaki

Aku ingat ketika kau menirukan gaya jalan Chaplin
Itu sangat lucu sekali
Sangat mirip dengan jalannya Chaplin
Kau berhasil membuatku dan kawan-kawan tertawa

Hingga suatu saat…
Entah kenapa…
Senyumanmu…
Keceriaanmu…
Perlahan menghilang

Sebuah penyakit yang awalnya belum diketahui penyebabnya
membuatmu terlihat murung
Selalu menyendiri
Bahkan, aku yang mendekatimu saja kau acuhkan
Mungkin kau butuh waktu untuk sendiri
Aku mengerti itu

Hari berganti hari
Bulan berganti bulan
Akhirnya kau, aku dan mereka tahu
Tahu akan penyakitmu
Sebuah penyakit yang membuatmu harus bolak-balik masuk rumah sakit

Aku tak tahu mengapa Tuhan memberikan cobaan yang begitu berat kepadamu
Kepada perempuan yang baik, sholehah
Yang menjalankan perintah-Nya
Yang selalu patuh pada-Nya

Mungkin karena kau adalah perempuan yang baik
Yang selalu patuh pada-Nya
Tuhan ingin menguji keimananmu, kesabaranmu dan keteguhanmu
Namun, aku yakin kau bisa menjalani ini semua
Kau bisa melakukannya

Sebuah doa ku panjatkan pada-Nya untukmu
Agar kau selalu diberi kesembuhan oleh-Nya
Membuatkanmu kalimat-kalimat penyemangat
Agar kau selalu semangat dalam menjalani hari-harimu
Membuatkanmu sebuah video berisi kata-kata semangat dari kawan-kawan

1 November 2014
Adalah hari ulang tahunmu
Sengaja ku membuatkanmu video lagi
Agar kau lebih semangat lagi
Dan video itu akan kuberikan padamu sebagai hadiah ulang tahunmu
ketika aku berkunjung menjengukmu

7 November 2014
Petang hari
Aku mendapatkan pesan dari satu kawan
Memberi kabar jika kau mengalami koma
Dan meminta maaf kepada kami jika ada salah
Seketika itu aku meneteskan airmataku
Apakah sudah waktunya?
Namun aku tak boleh berpikiran seperti itu
Aku harus yakin bahwa kau bisa sembuh
Kau harus sembuh

Aku dan kawan-kawan pun bersepakat bahwa esok hari akan menjengukmu
Namun, sayang rencana itu gagal karena ada suatu hal yang tak bisa ditinggalkan

8 November 2014
Sore hari
Aku mendapatkan kabar bahwa…
Kau…
Telah meninggalkan kami semua…
Untuk selamanya
Seketika itu air mataku berhasil jatuh
Menyesali apa yang telah terjadi
Mengapa waktu itu aku tak menjengukmu
Maafkan aku
Maafkan keegoisanku

Namun waktu terus berputar
Tak dapat diputar kembali
Sekarang kau sudah tenang disana
Kau akan selalu menjadi yang sempurna
Kau akan selalu menjadi indah
Hati kami tidak akan pernah melupakanmu
Kau tak pantas disini
Bumi itu bukan tempat untuk malaikat sepertimu
Dan itu menjadi begitu jelas mengapa surga memanggilmu


               Dariku,
Sahabat yang merindukanmu

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer