Sabtu Bersama Ibu
Ya…
Sabtu bersama Ibu. Kenapa bukan Bapak? Karena sikonnya lagi sama Ibu wkwkwkwk.
Bukan..bukan. Ya karena aku lebih dekat
dengan Ibu. Pasti ada aja yang diobrolin sama Ibu, entah itu soal temen kampus,
orang yang disuka, dosen, perkuliahan, teman organisasi, banyak deh.
Bicara soal teman. Pasti kita memiliki teman, entah itu teman biasa,
teman dekat, atau teman rasa pacar?
Aku
memiliki banyak teman, entah itu real friends or fake friends. Banyak teman palsu yang aku temuin tapi teman
sejati? Hanya beberapa. Susah emang cari teman yang bener-bener teman. Terkadang
aku merasa iri pada Ibu. Kenapa? Karena Ibu memiliki banyak teman yang
benar-benar selalu ada ketika Ibu susah atau senang. Sampai saat ini pun, Ibu
masih berkomunikasi dengan teman-teman sekolah/kuliahnya. Ibu pernah diberi
oleh temannya jilbab, pakaian, tas, bahkan, Ibu juga pernah dibelikan tiket
pesawat ke Bali pulang-pergi oleh
temannya, walaupun sebenarnya Ibu tak meminta itu semua. Tetapi, memang Ibu
orangnya baik, friendly, ringan
tangan, gitu deh. Jadi, ya pantas saja jika Ibu mendapatkan hal itu.
Aku
pernah bertanya pada Ibu kenapa teman-temanku tidak seperti teman-teman Ibu dan
Ibu menjawab “Mungkin belum. Suatu saat
pasti kamu akan mendapatkannya.”
Aku
berpikir, apakah aku dan teman-teman sekolahku atau sekarang teman kuliahku
akan selalu berkomunikasi ketika usia tak lagi muda? Entah. Aku tak ingin
banyak berharap karena jika hasilnya tak sesuai ekspetasi pasti akan
menyakitkan. Sekarang yang terpenting adalah melakukan hal baik kepada
orang. Tak peduli orang itu akan membalas baik pula atau tidak karena aku
percaya pada kalimat “Do Good and Good
Will Come To You”
Dan aku bersyukur sudah memiliki teman sejati walaupun tak sebanyak teman palsu yang aku miliki. Berharap mereka tak akan meninggalkanku dan tetap bersama sampai nafas berhenti.
Lebay lu
Bodo amat dah wkwkwk
Dan aku bersyukur sudah memiliki teman sejati walaupun tak sebanyak teman palsu yang aku miliki. Berharap mereka tak akan meninggalkanku dan tetap bersama sampai nafas berhenti.
Lebay lu
Bodo amat dah wkwkwk

Komentar
Posting Komentar