See You


"Setiap pertemuan pasti ada perpisahan"
Quotes terklasik yang pernah ada tapi ya memang benar dan saya sedang merasakannya.

Bicara mengenai "Perpisahan". Siapa sih yang ingin berpisah dengan orang yang kita sayang dan cinta? Tidak ada. Pasti semua orang tidak ingin berpisah. Namun, seperti kutipan di atas, bahwa ya memang benar.

Saya ingin cerita tentang teman saya. Sebenarnya, kami baru satu tahun mengenal. Pertemuan kami berawal ketika kami satu kelompok OSPEK tahun lalu. Waktu itu saya benar-benar belum dekat dengannya dan terkesan kami saling tidak mengenal. Padahal kami satu kelompok. Mungkin karena saya orangnya pendiam dan mungkin dia takut untuk dekat dengan saya. 

Hingga OSPEK pun berakhir, kegiatan perkuliahan pun dimulai. Tidak disangka, saya satu kelas dengannya. Saya ingat, pertama kali saya chatt dia menanyakan kelasnya berada di mana dan dia hanya menjawab singkat. Entah dia ingat atau tidak atau mungkin dia sudah lupa. Awalnya saya berpikir "Ini orang cuek banget". Namun, seiring berjalannya waktu, saya sadar bahwa dia orangnya enak juga jika diajak berbincang dan bercanda. Dia baik walau terkadang sikap juteknya tidak pernah hilang. 

Saya lupa kapan kami mulai dekat karena ya pertemanan kami mengalir begitu saja. Kami juga mendaftar di Organisasi yang sama. Alhamdulillah diterima dan juga satu divisi dengannya. Sejak saat itu, kami  menjadi semakin dekat karena ya hampir setiap hari kami bertemu di sana. Berdiskuisi di sana, rapat, gila bersama, melihat film bersama, apa saja bersama. 

Saya mengira bahwa akan seperti ini seterusnya sampai masa jabatan ini selesai. Namun, seiring berjalannya waktu, semua itu berubah. Kami menjadi jarang bertemu, kecuali kuliah. Ya...karena kami satu kelas. Itupun kalau dia tidak curi kesempatan untuk bolos. 

Saya ingat ketika dia berkata "Aku mau keluar". Dan saya pun merespon "Ah bercanda nih". Dan ya...memang dia hanya bercanda. Namun, ketika dia memiliki peran penting di Organisasi lain, yang awalnya hanya bercanda dia ingin keluar, akhirnya menjadi nyata. Kalau dibilang ikhlas, sebenarnya tidak karena saya sudah menganggap dia bagian dari keluarga dan saya tidak ingin dia keluar

Berpisah dengan orang yang saya anggap dia sebagai teman, sahabat, bahkan keluarga. Sebenarnya saya terlalu lebay jika saya menyedihkan hal ini. Kenapa? Karena saya masih bisa bertemu dengannya setiap hari di kampus. Namun, entah kenapa rasanya ada yang kurang jika nantinya dia sudah tak lagi ada di sini

Akan tetapi, saya akan menjadi orang egois jika saya tetap memaksanya. Saya hanya teman yang baru kenal satu tahun. Saya bukan kakak atau adik baginya. Pun tidak ada hubungan darah. Itu pilihan dia. Hak dia untuk memilih. Saya menerima, mendukung apapun keputusan dan pilihan yang dibuatnya. 

Hmm...akan terasa berbeda ketika dia tak lagi di sini. Saya akan rindu ketika dia membully saya, meniru gaya bicara saya, gila bersama, ghibah bersama, apapun yang pernah dilakukan ketika bersama. Apalagi sekarang sudah mendekati UAS dan akan memasuki semester 4. Entah akan satu kelas dengannya lagi atah tidak.

Saya berharap walau kami tidak lagi bersama di Organisasi ini, semoga kami tetap menjaga tali pertemanan kami. 

Sepenggal lirik lagu Jika Bisa Memilih dari  CJR untuk menutup cerita saya.

Apapun yang kan terjadi
Ingat kita pernah berada di sini
Jangan pernah lupakan kita
Semua suka duka
Cerita bersama
Simpanlah di hati

Komentar

Postingan Populer