Sebuah Surat Untukmu
![]() |
| Source image: google |
Hai...
Apa kabar? Aku rindu. Apa kau juga rindu? Atau malah sebaliknya?
Lama kita tak bertemu. Hampir dua tahun. Sejak kelulusan itu, aku sudah tak melihatmu. Sayang sekali, ketika hari kelulusan, aku tak bisa ikut merayakan. Aku tak bisa melihatmu. Melihatmu untuk yang terakhir kalinya. Ya... walalupun aku tahu masih ada hari esok ketika reuni sma, namun tetap saja ketika reuni pun aku juga tak datang. Mengapa? Karena melihatmu di hadapanku membuat rasa sakit timbul di dada.
Empat tahun aku memendam rasa. Aku tak tahu apakah kau merasakannya atau kau tak tahu bahkan tak peduli.
Ketika aku tahu bahwa kau sudah menemukan tambatan hati, jujur aku sakit. Ingin sekali ku berteriak, namun aku sadar aku siapa. Hanya gadis polos yang tidak terlalu pintar dan terkadang membuat orang-orang kesal. Waktu empat tahun itu tidaklah singkat. Apalagi untuk memendam perasaan ini darimu.
Sulit untuk menyatakan perasaan ini. Aku tak tahu harus bagaimana. Hingga akhirnya aku menyerah. Menyerah untuk menyukaimu. Menyerah untuk memikirkanmu. Dan menyerah untuk apapun tentangmu. Walaupun sempat merasa sulit melupakan. Dan akhirnya aku bisa melupakanmu. Maksudku, melupakan kenangan-kenangan bersamamu. Hampir dua tahun. Bagiku waktu yang cukup lama untuk bangkit dari keterpurukan.
Dan dengar-dengar, kau sudah tak lagi bersamanya? Aku tak tahu harus senang atau sedih. Mungkin dengan begitu, kau bisa merasakan apa yang ku rasakan enam tahun yang lalu.
Terimakasih untuk empat tahunnya, kau mengajarkanku kesabaran, kegigihan, dan kekuatan. Semoga kau menemukan tambatan hatimu kelak.
Kau keren, kau baik, aku yakin kau bisa mendapatkan yang lebih baik darinya.


Komentar
Posting Komentar